Mengapa Manusia Dilarang Berbuat Durhaka Kepada Orang Tua?

Mengapa Manusia Dilarang Berbuat Durhaka Kepada Orang Tua
Alasan kenapa durhaka kepada orang tua dilarang dalam agama islam adalah karena orang tua merupakan orang yang sangat berjasa bagi kita. Ibu yang melahirkan dan merawat kita dari kecil dan ayah yang merawat serta memberi nafkah buat kita. Tidak logis dan tidak baik bagi seseorang jika tidak membalas jasa kedua orang tua atau bahkan membantah kedua orang tua.

Mengapa manusia sangat dilarang berbuat durhaka kepada orang tua jelaskan?

Dalil Al-Qur’an dan hadist tentang dosa durhaka – Al-Qur’an melalui surat An Nisa ayat 36 menjelaskan bahwa umat manusia dilarang mempersekutukan Allah SWT. Kemudian di nyat tersebut juga terdapat perintah berbuat kebaikan kepada orang tua. Anak dilarang durhaka kepada orang tua, karena bisa mendatangkan dosa besar.

Tidak tanggung-tanggung anak yang berbuat durhaka ini bisa dijatuhi hukuman berupa masuk neraka. Jangan coba-coba untuk mencicipi neraka, karena di dalamnya terdapat api hitam yang gelap dan lebih panas dari api manapun yang ada di dunia. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36). Sedangkan hadist yang berhubungan dengan orang tua ada banyak. Penekanan seperti ini penting mengingat semakin banyak orang yang durhaka kepada orang tua. Kita sebagai muslim perlu selalu memberikan contoh yang baik dan salah satunya adalah berbakti pada orang tua.

Berbagai hadist yang berkaitan dengan orang tua, bisa langsung kamu simak berikut. ” dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu ” (HR. Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik). ” maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x.

Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua ” (HR. Bukhari – Muslim).

Mengapa durhaka kepada orang tua dikategorikan dosa besar?

Jawaban: Setelah kita mengetahui dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua)1, sekarang kita membahas kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua. Sebagaimana tingginya keutamaan dan urgensi birrul walidain, maka konsekuensinya betapa besar dan bahayanya hal yang menjadi kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua.

Bahkan durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Ini secara tegas dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ, أو قال : وشهادةُ الزورِ “dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu” (HR.

Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik). Dalam hadits Nafi’ bin Al Harits Ats Tsaqafi, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ألا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ, ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ “maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x.

Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua” (HR. Bukhari – Muslim). Ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkali-kali memperingatkan para sahabat mengenai besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Subhaanallah!. Dan perhatikan, sebagaimana perintah untuk birrul walidain disebutkan setelah perintah untuk bertauhid, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36). Maka di hadits ini dosa durhaka kepada orang tua juga disebutkan setelah dosa syirik. Ini menunjukkan betapa besar dan fatalnya dosa durhaka kepada orang tua. Namun perlu di ketahui, sebagaimana dosa syirik itu bertingkat-tingkat, dosa maksiat juga bertingkat-tingkat, maka dosa durhaka kepada orang tua juga bertingkat-tingkat.

You might be interested:  Mengapa Ban Dapat Mengembang?

Termasuk dosa apakah durhaka kepada kedua orang tua?

DESKJABAR – Pelaku dosa besar dalam Al-Qur’an diancam dengan siksaan yang sangat menyakitkan di akhirat. Dosa paling besar yang dilakukan oleh manusia adalah musyrik, dimana musyrik merupakan sifat menyekutukan Allah dengan makhluknya. Dosa besar setelah musyrik adalah durhaka kepada kedua orang tua,

Allah SWT sangat mengutamakan orang tua, sampai-sampai menempatkannya di posisi kedua setelah pengabdian kepada Allah. Baca Juga: GEMPA: Kembali Terjadi di Kota Sukabumi Jawa Barat, Kedalaman 10 KM Dosa besar yang diakibatkan karena durhaka kepada kedua orang tua bisa menutup pintu surga, karena keridhoan Allah SWT tergantung dari keridhaan ibu dan bapak,

Dosa besar durhaka kepada orang tua juga bisa membuka pintu neraka, karena murka Allah tergantung pada murkanya ibu dan bapak, Kita akan terlepas dari dosa besar durhaka kepada ibu dan bapak jika keduanya ridha kepada kita. Maka untuk terlepas dari dosa besar durhaka kepada kedua orang tua, kita harus memperlakukan keduanya dengan sangat baik dan jangan sampai mengundang marahnya.

Apa yang terjadi jika kita durhaka kepada orang tua?

1. Seorang anak yang berbuat durhaka kepada orangtuanya tentu akan mendapatkan dosa-dosa besar dari Allah SWT – ilustrasi bersedih (pexels.com/Daniel Reche) Sudah sepantasnya jika anak yang sering durhaka kepada orangtuanya akan dapat dosa yang sangat besar dari Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda; أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ,

Anak Durhaka apa bisa masuk surga?

Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Ada tiga orang yang Allah diharamkan masuk surga : Pecandu minuman keras, anak durhaka, dan laki-laki yang membiarkan tindak kekejian terjadi di tengah keluarganya.’ (HR Ahmad).

Apa saja balasan bagi anak yang durhaka kepada kedua orang tua brainly?

Jawaban. Haram masuk ke surga Allah. Dimurkai oleh Allah SWT. Tidak diterima amal ibadah dan Shalatnya.

Apa azab yang akan diterima seseorang jika ia durhaka kepada orang tuanya?

1. Haram masuk ke surga Allah. “Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan juga seorang dayyuts atau banci (merelakan kejahatan berlaku di dalam keluargannya, merelakan istri dan anak perempuannya serong)”.

(H.R. Nasa’i dan Ahmad) 2. Dimurkai oleh Allah SWT. “Keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua orang tua”. (H.R. al-Hakim).3. Tidak diterima amal ibadah dan Shalatnya. “Allah tidak akan menerima Ibadahnya, shalatnya orang orang yang dibenci kedua orang tuanya yang tidak menganiaya kepadannya”.

(H.R. Abu al-Hasan bin Makruf) 4. Tidak dianggap masuk golongan umat Nabi Muhammad SAW “Bukan termasuk dari golongan kami orang orang yang diperluas rezekinnya oleh Allah lalu ia kikir dalam menafkahi keluargannya”. (H.R. ad-Dailamy) 5. Mendapat gelar ‘kafir’.

Naudzubillah “Jangan membenci kedua orang tuamu. Barang siapa Orang yang mengabaikan kedua orang tua, maka dia kafir”. (H.R. Muslim).6. Allah akan memberikan azab di dunia. Al-hakim dan al-Ashbahani, dari abu bakrah r.a. dari Nabi Saw, Beliau bersabda, “setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah SWT sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa besar yang mendurhakai kedua orang tua.

Sesungguhnya Allah SWT akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunnya didalam hidupnya sebelum mati”.7. Dosanya tidak akan diampuni Allah SWT. Dari Aisyah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda, “dikatakan kepada orang yang durhaka kepada kedua orang tua, “berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku tidak akan mengampuni.

“Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orang tua, bahwa berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku mengampunimu.” (H.R. Abu Nu’aim).8. Membatalkan semua amal ibadahnya. “Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua dan seorang alim yg dipermainkan oleh orang dungu & jahil”.

(H.R. Thabrani).9. Diharamkan mencium bau surga Allah SWT. “sesungguhnya Aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinya barang siapa yang durhaka kepada orang tuanya”. (H.R.Thabrani).10. Terputus rezekinya.

  • Apabila seseorang tidak meninggalkan doa bagi kedua orang tuanya, maka akan terputus rezekinya”. (H.R.
  • Ad-Dailamy).11.
  • Termasuk kedalam orang mendapat kerugian besar.
  • Sabda Rasulullah SAW “sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina orang yang mendapati orang tuanya atau salah satunya sampai tua, lantas ia tidak dapat masuk surga”.
You might be interested:  Mengapa Sebagian Besar Masyarakat Dari Suku Madyan Bekerja Sebagai Pedagang?

(H.R. Muslim). Sahabat renungan Islam, sudah kewajiban setiap anak untuk patuh dan berbakti kepada kedua orang tua. Jangan membuat hatinya sedih, mengatakan ‘ah’ saja sangatlah dosa. Jika orang tua sahabat sudah meninggal dunia, doakanlah mereka untuk keselamatan akhirat.

Apa hukumnya jika seorang anak membuat orang tuanya menangis?

Ibu merupakan sosok yang luar biasa bagi anak-anaknya. Hal ini karena perjuangan ibu berlangsung cukup panjang. Mulai dari proses mengandung selama 9 bulan hingga melahirkan yang penuh rasa sakit bahkan nyawa pun dipertaruhkan. Belum lagi, tanggungjawab ibu untuk membesarkan anak-anak dengan kasih sayang, pendidikan, dan landasan karakter yang baik.

Maka, sudah sepatutnya bagi anak untuk berbakti kepada ibunya. Dengan selalu mengasihi, menghargai, dan berbuat hal yang menyenangkan hati ibu. Jadi, anak perlu memahami serta sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai membuat perasaan seorang ibu terluka. Dalam agama Islam pun menjelaskan bahwa membuat ibu menangis termasuk dosa besar.

Seperti pada penjelasan lengkap yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

Apakah Allah mengampuni dosa anak durhaka?

Lantas, bagaimana azab anak durhaka kepada ibunya? – Terkait birrul walidain dengan tegas Nabi Saw menyatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr : Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash ra, dari Nabi Saw bersabda: “Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orang tua, membunuh jiwa manusia dan sumpah palsu”.

(H.R Bukhari). Berikut azab anak durhaka kepada ibunya yang tak kunjung bertaubat: Tidak akan mencium harumnya surga Inilah di antara siksa yang akan diterima oleh anak yang durhaka kepada orang tuanya. Jangankan masuk surga mencium baunya saja tidak diperbolehkan. Padahal harumnya surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: Dari Jabir ra Rasulullah Saw bersabda: “Takutlah kamu terhadap perbuatan durhaka terhadap kedua orang tua. Sesungguhnya wanginya surga dapat dicium dari jarak perjalanan seribu tahun. Demi Allah, tidak akan mencium bau surga orang yang durhaka (kepada kedua orang tua), orang yang memutus tali persaudaraan (silaturrahim), orang tua yang berzina, dan orang yang menyeret kain sarungnya karena sombong.

  1. Sesungguhnya sifat sombong itu hanya milik Allah tuhan semesta alam”.
  2. H.R Bukhari) Dosanya tidak diampuni Azab anak durhakan kepada ibunya yakni tidak mendapat ampunan atas dosanya dari Allah SWT.
  3. Padahal akibatnya sangat berat jika seseorang mempunyai dosa kemudian tidak diampuni, maka itu akan menyebabkannya masuk neraka.

Anak durhaka akan mengalami hal demikian jika di masa hidupnya dia menyakiti orang tuanya dan tidak meminta maaf kepada mereka berdua. Ia tidak akan masuk surga karena dosanya kepada mereka. Rasulullah Saw bersabda: Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi Saw lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apakah dosa-dosa besar itu ?” Beliau menjawab: “Isyrak (menyekutukan sesuatu) dengan Allâh”, ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian durhaka kepada dua orang tua,” ia bertanya lagi, “Kemudian apa ?” Rasulullah menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”.

  • Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?”.
  • Rasulullah Saw menjawab, “Sumpah dusta yang menjadikan dia mengambil harta seorang muslim”.
  • H.R Bukhari) Tidak akan masuk surga Disebutkan, anak yang durhaka kepada ibunya tidak akan masuk surga, sebab surge di telapak kaki ibu.
  • Bagaimana mungkin ia masuk surga, sementara hati kedua orang tuanya sakit karenanya.

Betapa ruginya seorang anak yang tidak bisa masuk surga, padahal sarana menuju surga ada di dekatnya. Rasulullah Saw bersabda: Artinya: Dari Abu Darda’ ra Rasulullah Saw bersabda: “Tidak masuk surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar”.

  • H.R Ad-Darimi) Dijauhkan dari rahmat Allah SWT Rahmat Allah SWT mencakup seluruh alam semesta.
  • Sungguh menjadi kemalangan luar biasa jika seorang manusia dijauhkan dari rahmat Allah SWT.
  • Hal ini akan membuat kehidupannya penuh kecemasan.
  • Eadaan demikianlah yang akan menimpa anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw: Dari Ubay bin Malik Al-Qusyairi Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya kemudian ia masuk neraka setelah itu maka Allah menjauhkannya (dari rahmat-Nya) dan mengucilkannya”.

Apakah boleh melawan orang tua yang salah?

Durhaka atau berani melawan orangtua adalah salah satu dosa besar. Banyak riwayat yang menjelaskan bahwa Allah SWT melaknat siapapun yang menyakiti hati orangtuanya. Dikutip dari buku Du’a e Kumeil karangan Husein A. Rahim durhaka kepada orangtua atau uququl walidain artinya melanggar kewajiban terhadap orangtua.

You might be interested:  Mengapa Kolase Termasuk Karya Seni Dua Dimensi?

Mengapa kita harus mengabdi kepada orang tua?

Ilustrasi berbakti kepada orang tua. Foto: Freepik Ada banyak alasan mengapa kita harus berbakti kepada orang tua, Alasan yang paling utama karena itu adalah perintah Allah dan Rasul-Nya. Terdapat banyak dalil dalam Alquran dan hadits yang menganjurkan amalan tersebut.

Dalam Islam, perintah berbakti kepada orang tua menempati urutan kedua setelah berbakti kepada Allah. Perkara tersebut dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 23 yang artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” Amalan ini ditempatkan di urutan kedua karena kedudukan orang tua dalam Islam sangat penting dan agung.

Hal ini juga menandakan bahwa berbakti kepada orang tua tersebut merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah SWT. Mengutip buku Berbakti Kepada Orang tua oleh Muhammad Al Fahham, dalam sebuah hadits riwayat Al Baihaqi menyebutkan, “Ridho Allah terletak pada ridho orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua.” Dengan demikian, kita sebagai anak tidak sepantasnya durhaka kepada orang tua.

  1. Selain dosa besar, perbuatan tersebut bisa menjauhkan diri dari ridho Allah SWT.
  2. Ilustrasi berbakti kepada orang tua.
  3. Foto: Freepik.
  4. Alasan mengapa kita harus berbakti kepada orang tua selanjutnya yaitu karena mereka sudah membesarkan dan mendidik kita dari kecil hingga dewasa.
  5. Ibu mengandung, merawat, dan mendidik buah hatinya dengan penuh kesabaran.

Sementara ayah selalu semangat bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan tanpa kenal lelah. Keduanya telah memberikan pengorbanan yang besar dalam menjalankan tugasnya sebagai orang tua. Jadi, berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap Muslim,

  • Allah bahkan menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang melakukannya.
  • Berbakti kepada orang tua sebanding dengan pahala jihad di jalan Allah.
  • Dikutip dari buku Tuntunan dan Kisah-Kisah Teladan: Berbakti kepada Orang Tua karangan Aiman Mahmud, hal tersebut dijelaskan dalam hadits dari Ibnu Mas’ud berikut: ” Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Amalan apa yang paling disukai oleh Allah?’ Beliau menjawab, ‘Sholat pada waktunya.’ Kemudian aku bertanya lagi, ‘Apa lagi ya Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alllah.” (HR.

Shahih Bukhari no.496) Agar mendapat keutamaan tersebut, berikut cara berbakti kepada kedua orang tua yang bisa dilakukan setiap Muslim.

Mengapa kita harus menghormati orang tua kita?

Ayah dan ibu selalu mendidik dan memberi bekal untuk pendidikan anaknya. Ayah dan ibu memberi kasih sayang dengan ikhlas tanpa meminta balasan. Orang tua merupakan pintu surga pertengahan. Menjadi Amalan di Jalan Allah.

Barang siapa membuat hati orang tua sedih berarti dia telah durhaka kepadanya merupakan arti hadist yang diriwayatkan oleh?

Abdullah bin Umar berkata, ‘ Membuat tangisnya kedua orang tua adalah termasuk durhaka kepadanya (HR Bukhari).

Balasan apa yang akan diterima seorang anak yang berbuat baik kepada orang tuanya?

GALAMEDIA – Dalam Alquran dan hadits perintah berbakti kepada orangtua banyak dibahas. Perintah ini tentunya juga mengandung larangan berbuat durhaka. Berbuat baik kepada orang tua adalah kewajiban dan balasannya adalah surga na’im (surga yang penuh kenikmatan).

  1. Tak hanya dibalas dengan surga, berbakti kepada orangtua juga memiliki banyak keutamaan bagi yang mengamalkannya.
  2. Berikut di antara keutamaan itu seperti dikutip galamedia dari laman Islam Pos: Baca Juga: Terbaru, Harga Emas Hari Ini, Jumat 20 November 2020 Rata-rata Turun, Saatnya Investasi 1.
  3. Ridha Allah tergantung ridha kedua orangtua Bakti seorang anak kepada kedua orangtuanya akan mengundang ridha kedua orangtua kepada anak.

Sementara ridha kedua orangtua terhadap anak merupakan penentu seorang anak mendapat ridha Allah SWT. Abdullah bin Umar ra meriwatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda; «رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ» “Ridha Rabb tergantung ridha orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua”.

Releated

Mengapa Manusia Dilarang Durhaka Kepada Orang Tua?

Alasan kenapa durhaka kepada orang tua dilarang dalam agama islam adalah karena orang tua merupakan orang yang sangat berjasa bagi kita. Ibu yang melahirkan dan merawat kita dari kecil dan ayah yang merawat serta memberi nafkah buat kita. Tidak logis dan tidak baik bagi seseorang jika tidak membalas jasa kedua orang tua atau bahkan membantah […]

Mengapa Pembukaan Uud 1945 Dan Batang Tubuh Bersifat Kausal Organis?

Hubungan Kausal Organis Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945 – Pembukaan UUD 1945 meliputi suasana kebatinan yang diwujudkan dalam pasal-pasal dalam UUD. Dengan kata lain, suasana kebatinan UUD 1945 dijiwai dan bersumber dari dasar filsafat negara yaitu Pancasila. Hubungan langsung antara pembukaan UUD 1945 dengan batang tubuhnya bersifat kausal organis karena isi dalam pembukaan dijabarkan […]

Adblock
detector