Mengapa Hasil Hasil Pembangunan Koperasi Selama Ini Masih Jauh Dari Harapan?

Mengapa Hasil Hasil Pembangunan Koperasi Selama Ini Masih Jauh Dari Harapan
Koperasi selama ini masih jauh dari harapan dan belum bisa mengikuti perkembangan jaman karena pengelolaan koperasi yang belum maksimal, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang koperasi, ditambah lagi koperasi kurang populer dibandingkan usaha swasta sejenis yang lebih mudah kita temui disekitar kita.

Apakah koperasi di Indonesia saat ini sudah berkembang dengan baik atau belum?

Jakarta Pusat, Kominfo – Pemerintah menargetkan pertumbuhan koperasi modern pada tahun 2024 sebanyak 500 unit koperasi. Untuk mencapai target tersebut, sekaligus menghadapi tantangan pengembangan koperasi, beberapa strategi yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya Kemenkop UKM diantaranya melalui koperasi berbasis inclusive closed loop yang dikembangkan sebagai koperasi “Multi Pihak”, fokus koperasi di sektor riil, pembiayaan, amalgamasi yaitu merger sesama koperasi dan merger dengan unit usaha koperasi, dan upaya digitalisasi.

  • Di era digital ini, digitalisasi koperasi makin penting.
  • Tentunya ini adalah peluang emas karena saat ini pasar digital di Indonesia sebesar 44 milyar dolar AS, dan di tahun 2025 diprediksi sekitar 125 milyar dolar AS.
  • Jika seluruh koperasi ini dilakukan digitalisasi, dengan anggota yang lebih dari 25 juta, tentu akan menjadi nilai yang luar biasa,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Rapimnas Dekopin) 2021 dengan tema “Transformasi Digital Jalan Kemandirian Koperasi” yang dilaksanakan secara daring dan luring di Jakarta Pusat, Jumat (22/10/2021).

Sementara itu, Pemerintah telah mendorong pengembangan koperasi melalui regulasi dengan terbitnya UU Cipta Kerja pada tahun 2020 untuk memberi kemudahan koperasi dalam berkembang dan berdaya saing. Dalam UU Cipta Kerja telah diatur penyederhanaan anggota pendiri koperasi, yaitu koperasi primer dapat dibentuk paling sedikit 9 orang dari sebelumnya 20 orang, buku daftar anggota dapat berbentuk dokumen tertulis atau elektronik dengan tujuan memudahkan pengadministrasian daftar anggota lebih cepat dan akurat, Rapat Anggota dapat dilakukan secara daring dan/atau luring, usaha koperasi dapat dilaksanakan secara tunggal atau serba usaha, dan pengaturan dasar hukum koperasi syariah dimana koperasi dapat melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah dan koperasi syariah wajib memiliki dewan pengawas syariah.

  1. Selain itu, dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 sebagai peraturan pelaksana UU Cipta Kerja juga memberikan pengaturan yang lebih terperinci mengenai kemudahan, pelindungan dan pemberdayaan bagi koperasi.
  2. Hususnya dalam hal pemberdayaan koperasi, dengan menetapkan kebijakan dalam aspek kelembagaan, pemasaran, produksi, keuangan, inovasi dan teknologi, serta kebijakan pengembangan koperasi di sektor tertentu melalui pemberdayaan koperasi di sektor kelautan dan perikanan, angkutan perairan pelabuhan, kehutanan, perdagangan, dan pertanian.

Pemerintah saat ini juga sedang mendorong terwujudnya program pengembangan Korporasi Petani dan Nelayan (KPN) dalam rangka transformasi ekonomi, yang salah satu kelembagaannya berupa koperasi. Pada tahun 2022 direncanakan akan terdapat beberapa pilot project terkait KPN ini.

Sebutkan dan jelaskan faktor faktor apa yang menyebabkan koperasi di Indonesia tidak berkembang pesat?

Oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana PENDAHULUAN Dewasa ini banyak terdapat lembaga perekonomian yang bergerak diberbagai sektor kehidupan. Namun, sangat sedikit lembaga perekonomian yang mampu bergerak dengan asas kebersamaan dan kekeluargaan, betapa beruntungnya Indonesia yang memiliki sebuah lembaga perekonomian resmi yang bertujuan untuk kepentingan bersama yaitu Koperasi.

  1. Pengertian dari koperasi sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu ” co ” artinya bersama, dan ” operation ” artinya bekerja.
  2. Jadi, koperasi adalah kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan bersama dengan asas kekeluargaan.
  3. Operasi di Indonesia sudah terjamin keberadaannya dengan adanya Pasal 33 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi ” perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”,
You might be interested:  Mengapa Kita Perlu Memiliki Wawasan Nusantara?

Selain tercantum dalam UUD 1945, koperasi juga memiliki peraturan khusus di dalam penyelenggaraannya yaitu UU No.25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dan sudah diperbaharui menjadi UU No.17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian. Terbentuknya koperasi di Indonesia diawali oleh keinginan rakyat untuk bebas dari kemiskinan pada masa penjajahan Belanda.

  1. Berbagai upaya telah dilakukan yaitu diawali dari tahun 1908, rakyat Indonesia membuat gerakan-gerakan untuk mengupayakan perluasan pergerakan koperasi demi kesejahteraan rakyat.
  2. Terlepas dari usaha rakyat Indonesia, para penjajah tidak ada hentinya melakukan pergolakan dengan mengeluarkan peraturan yang mempersulit rakyat Indonesia dalam menjalankan perkoperasian.

Namun, para pemuda dan tokoh bangsa Indonesia mengajukan keberatan atas peraturan tersebut dan membentuk komisi yang membuat Belanda mengeluarkan peraturan – peraturan yang lebih mempermudah rakyat Indonesia dalam menjalankan perkoperasian. Kemudian terbitlah Peraturan UU No.25 tahun 1992 yang isinya adalah lebih membantu perkembangan koperasi untuk tumbuh dengan sangat pesat.

Setelah Indonesia merdeka, para penggerak koperasi di Indonesia mengadakan Kongres I Koperasi pada tanggal 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Berselang cukup lama dari kongres yang pertama pada 15 – 17 Juli tahun 1953 dilaksanakan Kongres 2 Koperasi. Pada kongres tersebut terdapat beberapa butir yang dihasilkan, seperti: tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi, asas koperasi adalah kekeluargaan, dan ditetapkannya bapak koperasi Indonesia yaitu Bung Hatta.

Seiring dengan perkembangan zaman terdapat berbagai jenis koperasi yang membantu perekonomian Indonesia diantaranya koperasi yang berdasarkan atas fungsinya, tingkat dan luas daerah kerja, dan status keanggotaannya. Pada tahun 2017 tercatat Indonesia memiliki 152.282 unit koperasi.

Mengapa koperasi tidak populer saat ini?

Kurang Peminat – Koperasi yang kurang peminat bisa dikarenakan kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan dana misalnya perbankan. Banyak masyarakat Indonesia yang belum benar-benar mengenal apa itu koperasi dan bagaimana penerapannya.

Mengapa gerakan koperasi walaupun sudah didukung pemerintah Akan tetapi kemajuan yang dicapai sangat lambat?

Karena koperasi lebih mementingkan kepentingan anggotanya. hasil keuntungan koperasi juga disebut SHU atau Sisa Hasil Usaha. koperasi pun dibangun cuma sebagai ideologis supaya dapat bantuan dr pemerintah. Mungkin ini hanya sebuah tambahan referensi. Karena koprasi kalah bersaing dengan pihak swasta Kalau ada badan usaha yang penuh dengan kontroversi, mungkin itulah koperasi.

  1. Bagaimana tidak, koperasi tak jarang dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan fasilitas bertopeng misi sosial, didirikan dengan alasan untuk memberdayakan masyarakat tidak mampu dan berbagai alasan lainnya.
  2. Operasi seperti menjadi lembaga yang harus dibela, mendapatkan segala kemudahan tanpa berlandaskan tujuan koperasi yang sesungguhnya.

Tak heran, bila kemudian pertumbuhan koperasi sangat lambat. Pilar ekonomi kerakyatan yang disandangnya nyaris hilang. Koperasi, tidak pernah dipikirkan akan menjadi sebuah badan usaha yang besar. Dalam perjalanannya, paradigma terhadap koperasi adalah bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sekaligus kepanjangan tangan bisnis swasta.

Dulu bahkan ada istilah koperasi menjadi “anak angkat sedangkan swasta jadi bapak angkat-nya. Pemerintah hanya berperan sebagai pemberi fasilitas termasuk pengaturan pajak. Memang koperasi sebagai bentuk kerja sama ekonomi secara ideologis memuat makna sebagai usaha penguatan sospol untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Tetapi, dalam praktiknya, muatan kepentingan politik dan sosial temyata lebih berat ketimbang muatan ekonominya sehingga usahanya sulit berkembang maju. Di samping itu, banyak koperasi didirikan hanya untuk memenuhi formalitas “ideologis”, sebagai cara yang mudah untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah yang memang mensyaratkan adanya bentuk usaha koperasi.

Mengapa koperasi sulit berkembang brainly?

Jawaban. Jawaban: Usaha koperasi sulit berkembang dan masyarakat lebih suka usaha swasta asing karena kurangnya modal untuk mengembangkan koperasi serta lebih banyak anggota pasif yang tidak mau terlibat dalam kegiatan koperasi serta sistem manajemen yang kurang baik.

Apa sebenarnya yang menjadi latar belakang tumbuhnya gagasan koperasi seperti yang kita kenal sekarang?

Jawab Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi Sejarah pertumbuhan koperasi di seluruh dunia disebabkan oleh tidak dapat dipecahkannya masalahkemiskinan atas dasar semangat individualisme. Koperasi lahir sebagai alat untuk memperbaikikepincangan-kepincangan dan kelemahan-kelemahan dari perekonomian bentuk kapitalistis.

Apa saja yang menyebabkan koperasi sulit berkembang dibandingkan dengan badan usaha yang lain?

‘Salah satu yang menjadi penghalang koperasi menjadi bisnis skala besar secara internal adalah pada kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan prinsip koperasi, dan sistem administrasi dan bisnis yang masih rendah,’ kata Asisten Deputi Urusan Asuransi dan Jasa Keuangan Kementerian Koperasi dan UKM Toto Sugiyono, Sabtu (

You might be interested:  Mengapa Laki-Laki Dan Perempuan Diciptakan Menurut Citra Allah?

Mengapa koperasi di Indonesia kurang diminati?

Abstract Negara Indonesia yang rata-rata penduduknya berpendidikan rendah, dan kurang maraknya sosialisasi pemerintah tentang manfaat koperasi bagi masyarakat umum khususnya mereka yang berpendididkan rendah ini lah.Yang menyebabkan salah satunya kendala kopersai kurang di minati atau kurang berkembang di Indonesia.

kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejahteraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi utama bagi pendirian koperasi. Kendala utama yang dihadapi, yang juga merupakan kendala bagi dunia usaha pada umumnya, adalah tingkat kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia koperasi yang umumnya belum memadai.

Kendala ini menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan koperasi dalam menjalankan fungsi dan peranannya dan berakibat antara lain pada kurang efektif dan efisiennya orga nisasi dan manajemen koperasi. Hal ini tercermin pada pengelolaan koperasi dan tingkat partisipasi anggota yang belum optimal.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme antara lain melalui berbagai pela tihan, hasilnya masih jauh dari memadai. kenyaataannya Indonesia sebagai Negara berkembang mengalami kendala-kendala dalam memajukan koperasi, ada 2 faktor yg mempengaruhi hambatan koperasi, faktor internal dan eksternal.

faktor internal biasanya terjadi pada pengurus atau keanggotaan itu sendiri serta modal, hambatan yg terjadi pada faktor eksternal adalah pesaing dan asumsi masyarakat tentang koperasi sangat buruk. Secara global permasalahan koperasi yang menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang ialah: Koperasi saat ini kurang diminati Sejauh ini koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada asumsi yang berkembang bahwa kegagalan koperasi pada waktu itu lalu tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola terhadap masyarakat menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap koperasi, oleh sebab itu diperlukan sosialisai bahwa koperasi saat ini tidak seperti itu,bahwa koperasi benar-benar berasaskan kekeluaragaan da gotong royong, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan koperasi benar-benar bertanggung jawab akan hal itu terhadap masyarakat.

Faktor apa yang menjadi pemicu lemahnya sumber daya manusia koperasi?

Faktor yang dapat menghambat perkembangan koperasi terkait sumber daya manusia adalah :

Kurangnya pengetahuan akan koperasi. Sulitnya mendapatkan orang yang memiliki pengetahuan tentang koperasi dikarenakan minimnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian. Terjadi tumpang tindih jabatan sehingga kinerja pengurus koperasi kurang maksimal.

Mengapa koperasi belum mampu menjadi penggerak ekonomi Indonesia?

Rata-rata 16,31 persen penduduk dunia menjadi anggota koperasi. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menyatakan, cita-cita koperasi sebagai sokoguru ekonomi Indonesia belum tercapai. Hal itu, kata dia, disebabkan oleh dua aspek.

Aspek pertama, rendahnya partisipasi penduduk Indonesia yang menjadi anggota koperasi. Lalu kedua, rendahnya kontribusi koperasi terhadap perekonomian nasional. “PBB mencatat, rata-rata 16,31 persen penduduk dunia menjadi anggota koperasi. Namun sayangnya di Indonesia sendiri angka partisipasi tersebut masih lebih rendah yaitu di kisaran 8,41 persen,” ujar Teten melalui keterangan resmi pada Selasa, (14/7).

Ia mengatakan, kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia pada 2019 baru sebesar 0,97 persen. Angka tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata kontribusi koperasi terhadap ekonomi dunia, yaitu sebesar 4,30 persen. “Kondisi ini disebabkan oleh kendala terkait regulasi, manajemen dan SDM, akses pembiayaan dan pengawasan,” katanya.

  1. Menurut dia, koperasi secara umum telah memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia, karena 123.048 unit koperasi mampu mendorong pembentukan 5,54 persen rasio Produk Domestik Bruto (PDB) Koperasi secara nasional serta menyerap 0,45 persen dari total angkatan kerja di Indonesia.
  2. Hanya saja, lanjutnya, dari jumlah koperasi tersebut, saat ini masih didominasi oleh Koperasi Simpan Pinjam dan unit Simpan Pinjam yang mencapai 59,9 persen.

Lokasinya pun terkonsentrasi di Pulau jawa yakni mencapai 46,5 persen. “Di sisi produktif khususnya sektor pangan, sayangnya baru 13.821 unit yang bergerak di sektor pangan atau setara 11,23 persen dari total koperasi. Dengan kontribusi omset sebesar 7,27 persen terhadap total omset koperasi di Indonesia,” jelasnya. BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apa saja faktor faktor penentu keberhasilan koperasi?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan koperasi, seperti yang dikemukakan oleh Jochen Ropke 2003 bahwa ‘ Keberhasilan dan perkembangan usaha koperasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengelola, pelayanan, permodalan, partisipasi anggota, dan pembinaan pemerintah’.

You might be interested:  Mengapa Pengaruh Kebudayaan Asing Dapat Menyebabkan Keberagaman Di Indonesia?

Mengapa koperasi di Indonesia kurang diminati?

Abstract Negara Indonesia yang rata-rata penduduknya berpendidikan rendah, dan kurang maraknya sosialisasi pemerintah tentang manfaat koperasi bagi masyarakat umum khususnya mereka yang berpendididkan rendah ini lah.Yang menyebabkan salah satunya kendala kopersai kurang di minati atau kurang berkembang di Indonesia.

kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejahteraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi utama bagi pendirian koperasi. Kendala utama yang dihadapi, yang juga merupakan kendala bagi dunia usaha pada umumnya, adalah tingkat kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia koperasi yang umumnya belum memadai.

Kendala ini menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan koperasi dalam menjalankan fungsi dan peranannya dan berakibat antara lain pada kurang efektif dan efisiennya orga nisasi dan manajemen koperasi. Hal ini tercermin pada pengelolaan koperasi dan tingkat partisipasi anggota yang belum optimal.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme antara lain melalui berbagai pela tihan, hasilnya masih jauh dari memadai. kenyaataannya Indonesia sebagai Negara berkembang mengalami kendala-kendala dalam memajukan koperasi, ada 2 faktor yg mempengaruhi hambatan koperasi, faktor internal dan eksternal.

faktor internal biasanya terjadi pada pengurus atau keanggotaan itu sendiri serta modal, hambatan yg terjadi pada faktor eksternal adalah pesaing dan asumsi masyarakat tentang koperasi sangat buruk. Secara global permasalahan koperasi yang menyebabkan koperasi sulit untuk berkembang ialah: Koperasi saat ini kurang diminati Sejauh ini koperasi jarang peminatnya dikarenakan ada asumsi yang berkembang bahwa kegagalan koperasi pada waktu itu lalu tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola terhadap masyarakat menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap koperasi, oleh sebab itu diperlukan sosialisai bahwa koperasi saat ini tidak seperti itu,bahwa koperasi benar-benar berasaskan kekeluaragaan da gotong royong, sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan koperasi benar-benar bertanggung jawab akan hal itu terhadap masyarakat.

Bagaimana sejarah perkembangan koperasi di Indonesia?

Koperasi pertama kali diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Skotlandia, yang bernama Robert Owen (1771-1858). Setelah koperasi berkembang dan diterapkan di beberapa Negara-negara eropa. Koperasi pun mulai masuk dan berkembang di Indonesia. Di Indonesia koperasi mulai diperkenalkan oleh Patih R.Aria Wiria Atmaja pada tahun 1896, dengan melihat banyaknyak para pegawai negeri yang tersiksa dan menderita akibat bunga yang terlalu tinggi dari rentenir yang memberikan pinjaman uang.

Melihat penderitaan tersebut Patih R.Aria Wiria Atmaja lalu mendirikan Bank untuk para pegawai negeri, beliau mengadopsi system serupa dengan yang ada di jerman yakni mendirikan koperasi kredit. Beliau berniat membantu orang-orang agar tidak lagi berurusan dengan renternir yang pasti akan memberikan bunga yang tinggi.

seorang asisten residen Belanda bernama De Wolffvan Westerrode, merespon tindakan Patih R.Aria Wiria, sewaktu mengunjungi Jerman De Wolffvan Westerrode menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.

Setelah itu koperasi mulai cepat berkembang di Indonesia, hal ini juga didorong sifat orang-orang Indonesia yang cenderung bergotong royong dan kekeluargaan sesuai dengan prinsip koperasi. Bahkan untuk mengansitipasi perkembangan ekonomi yang berkembang pesat pemerintahan Hindia-Belanda pada saat itu mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian.

Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No.43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No.91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No.21, Tahun 1933.

Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Setelah pemerintahan Hindia-belanda menunjukkan sikap diskriminasi dalam peraturan yang dibuatnya. Pada tahun 1908 Dr. Sutomo yang merupakan pendiri dari Boedi Utomo memberikan perananya bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kondisi kehidupan rakyat.

Serikat Dagang Islam (SDI) 1927, Dibentuk bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Setelah jepang berhasil menguasai sebagian besar daerah asia, termasuk Indonesia, system pemerintahan pun berpindah tangan dari pemerintahan Hindia-Belanda ke pemerintahan Jepang.

Faktor apa yang menjadi pemicu lemahnya sumber daya manusia koperasi?

Faktor yang dapat menghambat perkembangan koperasi terkait sumber daya manusia adalah :

Kurangnya pengetahuan akan koperasi. Sulitnya mendapatkan orang yang memiliki pengetahuan tentang koperasi dikarenakan minimnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian. Terjadi tumpang tindih jabatan sehingga kinerja pengurus koperasi kurang maksimal.

Releated

Mengapa Manusia Dilarang Durhaka Kepada Orang Tua?

Alasan kenapa durhaka kepada orang tua dilarang dalam agama islam adalah karena orang tua merupakan orang yang sangat berjasa bagi kita. Ibu yang melahirkan dan merawat kita dari kecil dan ayah yang merawat serta memberi nafkah buat kita. Tidak logis dan tidak baik bagi seseorang jika tidak membalas jasa kedua orang tua atau bahkan membantah […]

Mengapa Pembukaan Uud 1945 Dan Batang Tubuh Bersifat Kausal Organis?

Hubungan Kausal Organis Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945 – Pembukaan UUD 1945 meliputi suasana kebatinan yang diwujudkan dalam pasal-pasal dalam UUD. Dengan kata lain, suasana kebatinan UUD 1945 dijiwai dan bersumber dari dasar filsafat negara yaitu Pancasila. Hubungan langsung antara pembukaan UUD 1945 dengan batang tubuhnya bersifat kausal organis karena isi dalam pembukaan dijabarkan […]

Adblock
detector