Mengapa Dalam Berpikir Ilmiah Harus Mempelajari Filsafat Ilmu?

Mengapa Dalam Berpikir Ilmiah Harus Mempelajari Filsafat Ilmu
Mempelajari filsafat ilmu dapat memberikan manfaat antara lain 1. Sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah.2. Merupakan metode untuk mereflleksi, menguji, mengkritisi, memberikan asumsi keilmuan.3. Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.

Mengapa kita harus mempelajari ilmu filsafat?

1. Secara umum manfaat filsafat : –

Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya. Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita, karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar. Filsafat membuat kita lebih kritis. Filsafat mengajarkan pada kita bahwa apa yang mungkin kita terima begitu saja ternyata salah atau menyesatkan—atau hanya merupakan sebagian dari kebenaran. Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam: menalar secara jelas membedakan argumen yang baik dan yang buruk menyampaikan pendapat (lesan dan tertulis) secara jelas melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda. Dengan mempelajari karya-karya para pemikir besar, para filsuf dalam sejarah dan tradisi filsafat, kita akan melihat betapa besar sesungguhnya pengaruh filsafat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, agama, pemerintahan, pendidikan dan karya seni. Kadang ini memang bisa mendorong kita menolak pendapat-pendapat yang telah ditanamkan pada kita, tetapi filsafat juga Filsafat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis Kemampuan berfikir secara jernih, menalar secara logis, dan mengajukan dan menilai argumen, menolak asumsi yang diterima begitu saja, dan pencarian akan prinsip-prinsip pemikiran dan tindakan yang koheren—semuanya ini merupakan ciri dari hasil latihan dalam ilmu filsafat.

Mengapa kita harus belajar filsafat ilmu brainly?

Karna Dengan belajar filsafat, anda akan mampu melihat masalah dari berbagai sisi, berpikir kreatif, kritis, dan independen, mampu mengatur waktu dan diri, serta mampu berpikir fleksibel di dalam menata hidup yang terus berubah. Filsafat mengajak anda untuk memahami dan mempertanyakan ide-ide tentang kehidupan, tentang nilai-nilai hidup, dan tentang pengalaman kita sebagai manusia.

  • Berbagai konsep yang akrab dengan hidup kita, seperti tentang kebenaran, akal budi, dan keberadaan kita sebagai manusia, juga dibahas dengan kritis, rasional, serta mendalam.
  • Filsafat itu bersifat terbuka.
  • Sekali lagi, filsafat tidak memberikan jawaban mutlak yang berlaku sepanjang masa.
  • Filsafat menggugat, mempertanyakan, dan mengubah dirinya sendiri.

Ini semua sesuai dengan semangat pendidikan yang sejati. Filsafat mengajarkan kita untuk melakukan analisis, dan mengemukakan ide dengan jelas serta rasional. Filsafat mengajarkan kita untuk mengembangkan serta mempertahankan pendapat secara sehat, bukan dengan kekuatan otot, atau kekuatan otoritas politik semata.

Bagaimana peran filsafat ilmu dalam pengembangan metode ilmiah?

Kontribusi filsafat ilmu dalam penelitian ilmiah yaitu : Sebagai Landasan pengembangan ilmu atau teori, Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran teori ilmiah. Filsafat ilmu mampu menguji, merefleksi, mengkritik asumsi dan metode keilmuan dalam sebuah penelitian ilmiah.

Mengapa filsafat sangat dibutuhkan bagi perkembangan ilmu pengetahuan?

Filsafat ilmu diperlukan kehadirannya di tengah perkembangan IPTEK yang ditandai semakin menajamnya spesialisasi ilmu pengetahuan. Sebab dengan mempelajari filsafat ilmu, maka para ilmuwan akan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap ke dalam sikap arogansi intelektual.

Apa manfaat mempelajari filsafat ilmu bagi mahasiswa?

Belajar filsafat ilmu bagi seorang mahasiswa sangatlah penting, karena beberapa manfaat yang dapat dirasakan-Nya, yaitu antara lain : a. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mahasiswa semakin kritis dalam sikap ilmiahnya. Mahasiswa sebagai insan kampus diharapkan dapat berpikir kritis terhadap berbagai macam teori yang dipelajarinya baik di ruang kuliah maupun dari sumber-sumber lain seperti di lingkungan organisasi-organisasi yang ada di dalam kampus ataupun luar kampus.b.

Mempelajari filsafat ilmu dapat menghadirkan berbagai macam kegunaan bagi para mahasiswa sebagai calon ilmuwan untuk mendalami metode ilmiah dan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah, Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mereka para mahasiswa memiliki pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut sebagai landasan atau acuan dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmiah.c.

Mempelajari filsafat ilmu itu memiliki manfaat yang sangat banyak. Setelah mahasiswa lulus dan bekerja, mereka pasti akan berhadapan dengan berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan masalah pasti memerlukan kemampuan untuk berpikir kritis dalam menganalisis berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.

  • Dalam hal inilah pengalaman mempelajari filsafat ilmu itu diterapkan.d.
  • Membiasakan diri untuk berpikir secara logis rasional dalam Opini & argumentasi yang diutarakannya.e.
  • Mengembangkan semangat toleransi dalam setiap perbedaan pandangan (pluralitas).
  • Arena para ahli filsafat tidak pernah mempunyai satu pendapat, baik dalam isi, perumusan permasalahan maupun penyusunan jawaban-jawabannya.f.

Mengajarkan kita bagaimana caranya berpikir dengan cermat dan tidak kenal lelah. Lihat Filsafat Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

You might be interested:  Mengapa Identitas Nasional Sangat Diperlukan Dalam Membentuk Suatu Negara?

Mengapa filsafat ilmu menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan brainly?

Filsafat di jadikan sebagai induk dari segala ilmu karena filsafat berjasa melahirkan berbagai ilmu dan kajian, baik ilmu sosial maupun ilmu alam, dan mempengaruhi cara pandang manusia pada peristiwa di alam semesta. Misalnya filosofi rasionalisme mendorong perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa.

  1. Pembahasan : Filsafat adalah ilmu yang mencari sebab, mana dan hakikat yang sedalam-dalamnya atas segala sesuatu, dengan menggunakan akal pikiran atau rasio.
  2. Filsafat dipandang sebagai induk dari segala ilmu karena filsafat telah berjasa dalam kelahiran berbagai disiplin ilmu, kajian, gagasan, serta aliran pemikiran sampai ideologi, hingga saat ini, baik dalam ilmu sosial (seperti ilmu pemerintahan) maupun ilmu alam (seperti fisika).

Filosofi juga mempengaruhi cara pandang manusia terhadap alam smesta, dan mempengaruhi tindakan yang diambil oleh manusia sebagai tanggapan etrhadap lingkungan dan peristiwa yang dialaminya Filsafat atau filosofi berkembang sejak munculnya kebudayaan manusia, dan muncul berbagai aliran filsafat.

Di China, aliran filsafat yang palin berpengaruh adalah Konfusianisme, yang dibawa oleh Konfusius (551-479 SM), atau Konghucu. Konfusius mengajarkan pentingnya tugas anak kepada orang tua, dan tugas rakyat kepada penguasa, dan saat ini menjadi dasar dan sangat berpengaruh dalam budaya China. Di Eropa, aliran filsafat yang berpengaruh adalah pemikiran dari Aristoteles (384 SM – 322 SM) yang merumuskan tentang metafisika atau pandangan dan pertanyaan tentang proses analitis atas hakikat dan realitas yang menyertainya.

Pemikiran filosof Yunani Kuno ini mempengaruhi filosof pada masa kejayaan Islam, seperti Ibnu Sina (980 –1037), Al-Farabi (872 – 951 M), Al-Kindi (801–873 M) dan Ibnu Rushdi (1126 – 1198 M). Filosofi di Eropa menjadi sangat dipengaruhi oleh Rasionalisme pada masa Renaisans dan sesudahnya, dari pemikian filosof Perancis, René Descartes (1596–1650 M), yang menyebutkan segala sesuatu bisa dinalar dengan akal pikiran.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu?

Manfaat dan Makna Filsafat Ilmu –

14 April 2013

Bervariasinya objek materinya, jika dicermati mengandungidentitas yang saling berdekatan atau identik antara yang satu dengan yang lainnya. Sedemikian rupa sehingga semua objek itu berada dalam suatu hubungan yang sistematik dan tak terpisahkan. Akibatnya, pemahaman mengenai suatu hal mengharuskan pertimbangan-pertimbangan terhadap yang lain.

  1. Di antara objek tersebut, memberi arti, kedudukan dan fungsi.
  2. Dengan demikian dapat dilihat, misalnya benda-benda alam memberi arti, kedudukan dan fungsi terhadap manusia dan masyarakatnya serta terhadap Tuhan Sang Pencipta, demikian sebaliknya.
  3. Persoalan kemudian adalah mengapa Filsafat Ilmu itu ada ? dalam hal ini ada dua hal, yaitu factor intern dan ekstern.

Pertama, faktor intern dan ilmu pengetahuan itu sendiri, maksudnya historisitas ilmu pengetahuan, sampai dewasa ini berkembang menjadi banyak jenis dan semakin pragmatis. Terdorong oleh penemuan pengetahuan yang pasti kebenarannya, maka dilakukan pembatasan lingkaran objek (objek formal), dan penggunaan metode dan sistem yang tepat.

Kedua, faktor ekstern yang juga terkait dengan faktor intern, diduga keras penyebabnya adalah faktor ekstern. Kenyataannya, laju perkembangan manusia sudah tidak imbang lagi dengan jumlah persediaan sumber daya alam. Maka berkaitan dengan hal itu, diperlukan pengetahuan yang benar dan pasti, yang bersifat praktis teknis pengetahuan seperti ini dapat berdaya guna dalam kehidupan manusia.

Filsafat Ilmu adalah suatu bidang studi filsafat yang obyek materinya berupa ilmu pengetahuan dalam berbagai jenis dan perwujudannya. Jadi meliputi prulalitas ilmu pengetahuan. Sementara objek formalnya yaitu berupa hakekat ilmu pengetahuan. Jadi Filsafat Ilmu merupakan suatu pengetahuan yang benar secara hakiki mengenai objek pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan atau sudut pandang metode atau sistem yang filosofis.

  1. Edua faktor tersebut dalam perkembangannya menghasilkan teknologi yang berkemampuan luar biasa.
  2. Agaknya manusia sebagai penghasil teknologi diarahkan menuju kemudahan.
  3. Akan tetapi dibalik semua itu manusia menjadi tamak, serakah dan manusia alpa terhadap tugasnya.
  4. Sebagai khalifah.
  5. Bahkan manusia kehilangan moral dan imannya, bersifat individual, egoistic dan eksploitatif, dalam lingkungan, bahkan terhadap Tuhan.

Dengan kenyataan seperti itu filsafat hadir di tengah keragaman ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meluruskan sehingga terarah pada pencapaian tujuannya. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hanya bernilai ilmiah saja melainkan bernilai ilmiah keilahian.

Mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari segala ilmu pengetahuan?

FILSAFAT ILMU BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-5 (Prof. Dr.A. Watloly, S.Pak, M.Hum) POKOK BAHASAN : FILSAFAT SEBAGAI “IBU ILMU” SUB POKOK BAHASAN : Kedudukan Filsafat dalam Pengembangan Pikiran, Pengetahuan, dan Ilmu. Standar Kompetensi : Mahasiswa memahami hakikat filsafat sebagai ibu yang mengandung, melahirkan, mengasuh, dan mendewasakan ilmu.

  • menjelaskan arti filasafat sebagai “ibu ilmu”;
  • menjelaskan prinsip-prinsip filosofis yang penting dipahami dalam mengerjakan ilmu;
  • menjelaskan makna mempelajari filsafat dalam sebuah tugas pemikiran dan keilmuan;
  • menunjukkan kedudukan filsafat dalam pengembangan pikiran, pengetahuan, ilmu.

I. Filsafat Sebagai “ibu ilmu” (The Mother of Sciences). Pemunculannya sejak abad ke-5 Sebelum Masehi, filsafat telah menunjukkan supremasinya dalam pentas pemikiran dan keilmuan dunia sebagai “ibu ilmu” (the mother of sciences). Sebagai ibu, filsafat telah menunjukkan diri sebagai kekuatan yang mengandung benih-benih pemikiran keilmuan, melahir dan menyusui bayi ilmu, dan terus membina perkembangan ilmu menjadi cabang dan ranting-ranting keilmuan, serta mendewasakan ilmu sebagai ilmu yang otonom dan mandiri.

  1. Filsafat sebagai ibu yang mengandung benih-benih pemikiran keilmuan, mengandaikan bahwa filsafat sebagai ilmu berpikir selalu mengembangkan gagasan-gagasannya, baik dalam alam kesadaran kritis (rasio) maupun dalam pengalaman nyata untuk mencermati permasalahan lingkungan, baik yang menyenangkan maupun yang mencemaskan. Pikiran-pikiran tersebut, tidak dibiarkan berkelana tanpa arah, tetapi memelihara dan membinanya di dalam kandungannya menjadi benih-benih pemikiran keilmuan. Filsafat terus membina benih-benih pemikiran itu menjadi bayi keilmuan yang matang dan siap diluncurkan (dilahirkan) dalam dunia keilmuan secara nyata.
  2. Sebagai ibu yang melahirkan bayi–bayi ilmu, filsafat membidani sendiri proses kelahiran bayi ilmu dari kandungannya, sehingga membentuk cabang-cabang dan ranting keilmuan baru yang bersifat khusus. Filsafat, dalam hal ini, tidak ingin mati dengan fosil-fosil pemikiran yang hanya bersifat hantu khayalan. Filsafat berusaha membedah dan melahirkan atau meluncurkannya dalam kesegaran pemikiran keilmuan yang mempengaruhi sejarah keilmuan dan menyumbang bagi tugas kebudayaan. Filsafat memiliki hubungan bathiniah dengan ilmu sebagai hubungan ibu kandung dan anak kandung yang sah dalam sebuah tanah air manusia sebagai makhluk berpikir (Homo Sapiens).
  3. Sebagai ibu kandung yang menyusui ilmu, filsafat memberikan gizi pemikiran dalam berbagai proses diskursus dan ujian-ujian kritis, dengan cara melakukan kritik, koreksi, dan penyempurnaan yang membangun dan menumbuhkan taraf kamatangannya sebagai ilmu-ilmu atau cabang dan ranting keilmuan yang mandiri. Filsafat, karena itu, tidak akan memperlakukan ilmu sebagai budak penguasaan filsafat, tetapi mendorong proses pertumbuhan dan perkembangan ilmu secara otonom.

    Bagaimana fungsi dan peran filsafat bagi kehidupan kita sekarang ini?

    Mengapa Dalam Berpikir Ilmiah Harus Mempelajari Filsafat Ilmu Filsafat dapat membentuk pengalaman kehidupan seseorang secara lebih kreatif atas dasar pandangan hidup atau ide-ide yang muncul karena keinginannya. Dengan filsafat, kita semakin mampu menangani pertanyaan-pertanyaan yang mendasar (makna realitas dan tanggung jawab) yang tidak terletak dalam wewenang metode ilmu khusus.

    Berfilsafat mengajak manusia bersifat arif, berwawasan luas terhadap berbagai problem. Manusia diharapkan mampu memecahkan problem tersebut dengan cara mengidentifikasikannya agar jawaban-jawaban dapat diperoleh dengan mudah. Dalam hal ini filsafat memilki peran penting dalam kehidupan manusia, Di antaranya yakni: Peran filsafat sebagai pendobrak Filsafat berperan sebagai pendobrak.

    Artinya bahwa filsafat mendobrak keterjungkungan pikiran manusia. Dengan memahami, dan mempelajari filsafat manusia dapat menghancurkan kebekuan, kabakuan, bahkan keterkungkungan pikirannya dengan kembali mempertanyakan segala. Pendobrakan ini bisa membuat manusia terbebas dari kebekuan, dan keterkungkungan.

    Peran filsafat sebagai pembebas Bagi manusia filsafat berperan sebagai pembebas pikiran manusia. Pembebasan ini membimbing manusia untuk berpikir lebih jauh, lebih mendalam, lebih kritis terhadap segala hal sehingga manusia bisa mendapatkan kejelasan dan keterangan atas seluruh kenyataan. Peran filsafat sebagai pembimbing Peranan ketiga yang dimiliki filsafat bagi manusia adalah sebagai pembimbing.

    Selain memiliki peran bagi manusia, filsafat juga berperan bagi ilmu pengetahuan umumnya. Menurut Descartes, filsafat adalah himpunan dari segala pengetahuan yang pangkal penyelidikannya adalah mengenai Tuhan, alam dan manusia. Peran filsafat sebagai penghimpun ilmu pengetahuan Filsafat sebagai penghimpun ilmu pengetahuan,

    Memahami peranannya sebagai penghimpun, maka filsafat dapat dikatakan merupakan induk segala ilmu pengetahuan atau mater scientiarum. Bagi Bacon, filsafat adalah induk agung dari ilmu-ilmu. Ia menangani semua pengetahuan, selain sebagai induk yang menghimpun semua pengetahuan, bagi ilmu pengetahuan filsafat juga mempunyai peranan lain, yakni sebagai pembantu ilmu pengetahuan.

    (A.M)

    Bagaimana hubungan antara filsafat ilmu dengan penelitian?

    Sesungguhnya berubungan atau tidaknya filsafat ilmu pengetahuan dan penelitian merupakan masalah rumit, yang tidak mungkin dijawab dengan sekedar ada hubungan atau tidak ada hubungan dari keduanya. Filsafat ilmu pengetahuan pada dasarnya merupakan salah satu cara untuk mebuktikan kebenaran, sedangkan penelitian juga merupakan wahana untuk menguji kebenaran.

    • Dilihat dari segi katanya filsafat ilmu pengetahuan dapat dimaknai sebagai filsafat yang berkaitan dengan atau tentang ilmu.
    • Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan secara umum, ini dikarenakan ilmu itu sendiri merupakan suatu bentuk pengetahuan dengan karakteristik khusus, namun demikian untuk memahami secara lebih khusus apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu pengetahuan, maka diperlukan pembatasan yang dapat menggambarkan dan memberi makna khusus tentang istilah tersebut.

    Sdangkan p enelitian adalah suatu penyelidikan yang sistematis dan metodis atas suatu masalah untuk menemukan solusi atas masalah tersebut dan menambah hazanah pengetahuan. Filsafat ilmu pengetahuan dan penelitian jelas ada hubungannya kalau kita melihat dari tujuan keduanya.

    Hubungannya ialah, dimana penelitian memerluka pengetahuan dari filsafat ilmu pengetahuan dalam mencari kebenaran yang pasti dengan melakukan berbagai sureve. Dan juga filsafat ilmu pengetahuan memerlukan penelitian untuk mendapatkan atau mebuktikan kebanaran. Contohnya : Pertama, Ketika kita m eninjau ulang dan mensistesiskan pengetahuan yang ada kita memerlukan penelitian dan filsafat ilmu pengetahuan.

    Kedua, Menyelidiki beberapa masalah atau situasi yang ada.

      Menyediakan solusi bagi suatu masalah Menyelidiki atau menggali dan menganalisis beberapa isu umum. Membangun atau menciptakan suatu prosedur atau sistem baru. Menjelaskan satu fenomena baru Menjelaskan satu fenomena baru. Menghasilkan pengetahuan baru. Suatu kombinasi dari hal-hal di atas.

    , Lembar soal ujian nomor 3., Pierre Teilhard, Gejala Manusia (Hastra Mitra: Jakarta, 1979), hlm.96. Lihat Filsafat Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

    Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah dalam filsafat ilmu?

    Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran.

    Bagaimana hubungan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah?

    Metode ilmiah merupakan prosedur untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan didapatkan dari metode ilmiah. Oleh karena itu tidak semua pengetahuan disebut ilmu, sebab ilmu pengetahuan diperoleh harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang disebut metode ilmiah.

    Apa sebenarnya peran filsafat dalam konteks pengetahuan ilmiah?

    Manusia ketika dilahirkan tentu saja dalam keadaan yang belum menau tentang segala sesuatu bahkan dengan dirinya sendiri namun seiringnya waktu manusia dapat mengenal dirinya sendiri kemudian alam sekitarnya karena manusia merupakan makhluk yang berfikir,Maka dari itu mulailah ia menggunakan fikirannya untuk mengetahui segala sesuatu,bagaimana sesuatu itu bisa terjadi,untuk apa seeuatu itu oleh karena itu dengan kita mempelajari ilmu pngetahuan dan filsafat kita akan memperoleh pengetahuan dan hikmat,karena ilmu akan memberikan kepada kita pengalaman dan filsafat memberikan kita hikmat.

    • Pada Abad ke-19 atau menjelang abd ke-20 telah lahirlah cabang ilmu yaitu ilmu filsafat, filsafat ilmu mempunyai posisi yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan hal ini dapat dilihat dari peranannya sebagai mitra dialog yang kritis dalam menghadapi ilmu pengetahuan.
    • Filsafat ilmu juga mencoba memperkenalkan sesuatu secara utuh integeral dan integratife.dalam nilai moral aksiologi juga menegaskan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.Pada intinya bahwa filsafat ilmu dapat berdiri di tengah-tengah cabang ilmu pengetahuan sebagai pengontrol dan pengarah penerapannya.Filsafat ilmu merupakan cabang ilmu yang dapat berdiri di tengah-tengah cabang ilmu pengetahuan sebagai pengontrol dan pengarah penerapannya.Filsafat ilmu merupakan cabang ilmu yang mewarnai bergai macam disiplin keilmuan,pada zaman modern seperti ini terdapat batasan-batasan antara cabang ilmu yang satu dengan yang lain sudah mulai adanya interpendensi dan interelasj ilmu pun semakin memudar,dalam peletakan jaringan pengetahuan agar pengetahuan yang satu dan yang lain bisa saling menyapa dan saling melengkapi maka diperlukannya “Overview” bukan hanya itu,etika,akhlak dan moralpun sangat penting dalam perkembangannya kemudian timbullah kebutuhan filsafat yang memang berperan penting dalam perkembangannya kemudian timbullah kebutuhan filsafat yang memang berperan sangat penting dalam memberikan nilai aksiologi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,ilmu pengetahuan dan teknologi digunakan dalam filsafat karena memang mempunyai hubungan timbal balik antara keduanya dan batasan keilmuan agar tidak memudar dengan tujuan menghadapi implikasi baij positive maupun negative.Filsafat ilmu sangat penting dalam membangun ilmu melalui penalaran manusia.

    Kehadiran filsafat sebagai ilmu pengetahuan mempersoalkan kebenaran pengetahuan yang bersifat umum,abstrak konkret,praktis dan pragmis.filsafat dikatakan ilmu pengetahuan karena merupakan induk dari semua ilmu pengetahuan dan mempunyai peranan yang mendasar dalam sebuah pendidikan.

    Peranan filaafat dalam ilmu pengetahuan adalah filsafat memberikan penilaian tentang sumbangan ilmu.ilmu pada pada perkembangan pengetahuan manusia guna mencapai kebenaran.antara ilmu pengetahuan dan ilmu filsafat ada persamaan dan perbedaanya,ilmu pengetahuan bersifat posterior sedangkan filsafat bersifat priori.

    Filsafat ilmu merupakan kelanjutan dari pada epistimologi,epistimologi merupakan cabang filsafat yang membahas sifat dasar sumber dan falidasi pengetahuan.

    Apa peranan filsafat bagi ilmu pendidikan?

    Filsafat pendidikan memiliki peranan yang amat penting dalam sistem pendidikan karena filsafat merupakan pemberi arah dan pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya sistem pendidikan.

    Apa yang menyebabkan filsafat memiliki hubungan yang saling melengkapi dengan ilmu pengetahuan?

    Filsafat dengan ilmu pengetahuan dapat saling bertemu sebab kedua-duanya menggunakan metode pemikiran reflektif dalam usaha untuk menghadapi fakta-fakta dunia dan kehidupan. Keduanya menunjukkan sikap kritik, dengan pikiran terbuka dan kemauan yang tidak memihak, untuk mengetahui hakikat kebenaran.

    Apa peran filsafat ilmu dalam kehidupan sehari-hari?

    Bagi manusia filsafat berperan sebagai pembebas pikiran manusia. Pembebasan ini membimbing manusia untuk berpikir lebih jauh, lebih mendalam, lebih kritis terhadap segala hal sehingga manusia bisa mendapatkan kejelasan dan keterangan atas seluruh kenyataan.

    Mengapa kita perlu mempelajari filsafat pendidikan Islam?

    Karena dengan meng kaji filsafat pendidikan islam kita akan bisa merasakan manfaatnya dan memiliki beragam keterampilan misalnya memikirkan sesuatu dengan mendalam dan kritis, membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis, dan byk lgi.

    Mengapa filsafat disebut sebagai ibu dari segala ilmu pengetahuan?

    FILSAFAT ILMU BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-5 (Prof. Dr.A. Watloly, S.Pak, M.Hum) POKOK BAHASAN : FILSAFAT SEBAGAI “IBU ILMU” SUB POKOK BAHASAN : Kedudukan Filsafat dalam Pengembangan Pikiran, Pengetahuan, dan Ilmu. Standar Kompetensi : Mahasiswa memahami hakikat filsafat sebagai ibu yang mengandung, melahirkan, mengasuh, dan mendewasakan ilmu.

    • menjelaskan arti filasafat sebagai “ibu ilmu”;
    • menjelaskan prinsip-prinsip filosofis yang penting dipahami dalam mengerjakan ilmu;
    • menjelaskan makna mempelajari filsafat dalam sebuah tugas pemikiran dan keilmuan;
    • menunjukkan kedudukan filsafat dalam pengembangan pikiran, pengetahuan, ilmu.

    I. Filsafat Sebagai “ibu ilmu” (The Mother of Sciences). Pemunculannya sejak abad ke-5 Sebelum Masehi, filsafat telah menunjukkan supremasinya dalam pentas pemikiran dan keilmuan dunia sebagai “ibu ilmu” (the mother of sciences). Sebagai ibu, filsafat telah menunjukkan diri sebagai kekuatan yang mengandung benih-benih pemikiran keilmuan, melahir dan menyusui bayi ilmu, dan terus membina perkembangan ilmu menjadi cabang dan ranting-ranting keilmuan, serta mendewasakan ilmu sebagai ilmu yang otonom dan mandiri.

    1. Filsafat sebagai ibu yang mengandung benih-benih pemikiran keilmuan, mengandaikan bahwa filsafat sebagai ilmu berpikir selalu mengembangkan gagasan-gagasannya, baik dalam alam kesadaran kritis (rasio) maupun dalam pengalaman nyata untuk mencermati permasalahan lingkungan, baik yang menyenangkan maupun yang mencemaskan. Pikiran-pikiran tersebut, tidak dibiarkan berkelana tanpa arah, tetapi memelihara dan membinanya di dalam kandungannya menjadi benih-benih pemikiran keilmuan. Filsafat terus membina benih-benih pemikiran itu menjadi bayi keilmuan yang matang dan siap diluncurkan (dilahirkan) dalam dunia keilmuan secara nyata.
    2. Sebagai ibu yang melahirkan bayi–bayi ilmu, filsafat membidani sendiri proses kelahiran bayi ilmu dari kandungannya, sehingga membentuk cabang-cabang dan ranting keilmuan baru yang bersifat khusus. Filsafat, dalam hal ini, tidak ingin mati dengan fosil-fosil pemikiran yang hanya bersifat hantu khayalan. Filsafat berusaha membedah dan melahirkan atau meluncurkannya dalam kesegaran pemikiran keilmuan yang mempengaruhi sejarah keilmuan dan menyumbang bagi tugas kebudayaan. Filsafat memiliki hubungan bathiniah dengan ilmu sebagai hubungan ibu kandung dan anak kandung yang sah dalam sebuah tanah air manusia sebagai makhluk berpikir (Homo Sapiens).
    3. Sebagai ibu kandung yang menyusui ilmu, filsafat memberikan gizi pemikiran dalam berbagai proses diskursus dan ujian-ujian kritis, dengan cara melakukan kritik, koreksi, dan penyempurnaan yang membangun dan menumbuhkan taraf kamatangannya sebagai ilmu-ilmu atau cabang dan ranting keilmuan yang mandiri. Filsafat, karena itu, tidak akan memperlakukan ilmu sebagai budak penguasaan filsafat, tetapi mendorong proses pertumbuhan dan perkembangan ilmu secara otonom.

      Mengapa kita perlu mempelajari filsafat hukum?

      Pentingnya mempelajari filsafat hukum diharapkan untuk menyentuh diri kita, untuk mencari makna yang lebih mendalam dari sebuah konflik yang terjadi, membuat kita lebih memikirkan secara dalam ketika menyimpulkan atau mengambil tindakan.

Releated

Mengapa Manusia Dilarang Durhaka Kepada Orang Tua?

Alasan kenapa durhaka kepada orang tua dilarang dalam agama islam adalah karena orang tua merupakan orang yang sangat berjasa bagi kita. Ibu yang melahirkan dan merawat kita dari kecil dan ayah yang merawat serta memberi nafkah buat kita. Tidak logis dan tidak baik bagi seseorang jika tidak membalas jasa kedua orang tua atau bahkan membantah […]

Mengapa Pembukaan Uud 1945 Dan Batang Tubuh Bersifat Kausal Organis?

Hubungan Kausal Organis Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD 1945 – Pembukaan UUD 1945 meliputi suasana kebatinan yang diwujudkan dalam pasal-pasal dalam UUD. Dengan kata lain, suasana kebatinan UUD 1945 dijiwai dan bersumber dari dasar filsafat negara yaitu Pancasila. Hubungan langsung antara pembukaan UUD 1945 dengan batang tubuhnya bersifat kausal organis karena isi dalam pembukaan dijabarkan […]

Adblock
detector